5 Keunggulan Kamera Fujifilm X100F

Keunggulan Kamera Fujifilm X100F

Lawnmowercornerca –┬áSeri Fujifilm X100 selalu berhasil menarik perhatian publik. Selain desain klasiknya yang cantik, kamera saku premium ini menawarkan sejumlah keunggulan yang tidak terdapat pada kamera sekelasnya. Apa kelebihannya?

Keunggulan Kamera Fujifilm X100F

1. Kaca penglihatan hibrida

Sejak peluncuran seri X100, Fujifilm telah memperkenalkan kaca penglihatan hybrid. Teknologi ini memungkinkan Anda memilih antara menggunakan pemandangan optik atau elektronik untuk membidik objek.

Namun, lubang intip optik X100 tidak sama dengan yang tersedia pada kamera SLR digital. Anda tidak melihat objek berdasarkan tangkapan lensa, tetapi tampilan langsung dari kaca built-in di sudut kiri atas kamera.

Untuk memastikan pengambilan yang akurat, Fujifilm menampilkan garis-garis yang merepresentasikan pembingkaian foto. Garis ini akan berubah dan bergerak tergantung jarak antara kamera dan objek.

Teknologi ini juga tersedia di X100F. Seperti pendahulunya, kamera ini menawarkan tiga pilihan tampilan. Selain lubang intip optik dan elektronik biasa, ada opsi lubang intip optik dengan layar kecil di kiri bawah yang menunjukkan titik fokus gambar.

Pemandangan hybrid seperti ini hanya tersedia pada dua seri kamera, yakni X100 dan X-Pro. Namun, Fujifilm X-Pro2 yang paling baru di seri X-Pro dibandrol dengan harga Rp 24 jutaan, sedangkan X100F dijual seharga Rp 17 jutaan.

2. Lokasi kenop setelan manual

Dari generasi pertama hingga saat ini, jajaran kamera Fujifilm X100 menawarkan berbagai macam tombol fisik sebagai salah satu kelebihannya. Sementara kamera saku lain mengharuskan Anda menyelami menu di layar untuk mengubah kecepatan rana, bukaan lensa, dan kompensasi pencahayaan, Fujifilm X100F menyediakan semua pengaturan ini langsung di Kotak.

Selain pendahulunya, X100F kini memiliki kenop penyesuaian ISO. Untuk mengaksesnya, yang harus Anda lakukan adalah mengangkat dan memutar kenop pengatur kecepatan rana di bagian atas kamera.

Perubahan lainnya terlihat pada tata letak tombol fisik di bagian belakang kamera. Semuanya diatur di sebelah kanan, yang membuatnya mudah digunakan dengan satu tangan.

Di sisi layar, X100F tidak dilengkapi layar sentuh. Namun, Fujifilm menyediakan joystick atau tombol untuk memilih titik fokus dengan mudah.

3. Sensor X-Trans

Hampir semua kamera seri X dilengkapi dengan sensor X-Trans yang dikembangkan oleh Fujifilm sendiri. Sensor ini memiliki tata letak piksel yang berbeda dari sensor normal dan menjanjikan foto yang tajam dan detail.

Performa cahaya redupnya juga layak untuk disetujui. Dengan sensitivitas ISO maksimum 12.800 (dapat ditingkatkan hingga 51.200), sewa kamera Bantul ini mampu menghasilkan foto yang tajam dan jernih dengan distorsi minimal.

Fujifilm juga meningkatkan jumlah piksel pada sensor X100F. Sementara pendahulunya hanya 16 megapiksel, X100 generasi keempat memiliki 24 megapiksel.

4. Simulasi film

Fujifilm telah menjadi sukses besar di era kamera analog. Kini memasuki ranah digital, pabrikan asal Jepang ini menghadirkan pengalamannya memproduksi film negatif pada kamera seri X-nya.

X100F dilengkapi dengan fungsi simulasi film yang terlihat seperti cetakan film negatif Fujifilm. Kali ini, Fujifilm menawarkan delapan opsi simulasi film, termasuk Chrome Klasik, Provia, Astia, dan Acros. Penggemar fotografi, terutama yang sempat “menjajal” kamera analog, akan mengapresiasi kamera ini.

5. Optimal untuk fotografi jalanan

Dari segi optik, Fujifilm X100F mengusung lensa 23mm (setara full frame 35mm) dengan aperture maksimum f / 2.0. Panjang fokus 35mm dianggap norma dalam fotografi karena dekat dengan bidang pandang mata manusia.

Plus, panjang fokus ini menawarkan perspektif yang menarik dan sedikit distorsi, tidak seperti lensa dengan bidang pandang yang lebih luas. Selain itu, lensa ini memiliki desain gaya kain krep, yang membuatnya lebih ringkas dan tidak mengganggu, cocok untuk fotografi jalanan atau fotografi jalanan.

Seperti versi sebelumnya, X100F juga menggunakan rana buluh yang hampir tidak mengeluarkan suara saat ditekan. Dengan cara ini objek fotografis Anda tidak akan menyadarinya saat Anda memotretnya.